Tuesday, November 18, 2025
Tuesday, November 16, 2021
Dear Tata
Aku belajar banyak dari Tata, dan aku berharap kedepannya nilai nilai positif dari Tata bisa aku ikutin. Mulai dari belajar lebih tegas, belajar mix and match baju haha, belajar sosialisasi, belajar pilah pilih temen, dan belajar ngehargain diri sendiri. Hidupku dari tahun 2018 mirip wahana Dufan, ga jelas, bikin panik, teriak, bikin trauma, tapi karna aku masih punya temen temen yang baik. Jadi aku bisa enjoy disetiap wahananya.
Aku udah keliling kesana sini, dari di tinggal meninggal adek sendiri, kehilangan salah satu temen deket, ngerasain pahit manis di tempat kerja, bulak balik psikolog dan psikiater, ketemu partner yang waw bikin ngelus dada, di putusin pas lagi sayang sayangnya, sampe di gibahin mantan dimana-mana, lol. Semua itu aku lewatin ga sendirian, makanya aku engga jadi masuk RSJ. Masih punya temen yang bisa nyadarin buat ga gila gila banget.
Sekarang, waktunya Tata buat cari pengalaman baru, ditempat yang baru. Aku yakin 3 tahun lagi pas Tata balik, Tata pasti jadi pribadi yang jauh lebih baik dan keren lagi dari sekarang. Kalo Tata ngerasa kangen rumah, kangen Indonesia, kangen Jagakarsa, telfon aku sama El aja. Nanti kita akan up to date perkembangan Jagakarsa dan sekitarnya haha. Doain aku bisa nyusul Tata kesana, siapa tahu dapet jodoh bule.
Tata baik baik disana ya, cari temen dan pengalaman baru yang banyak. Kalo ada problem, aku 24 jam stand by buat Tata. Jangan di pendem sendiri ya. Inget, Tata tuh keren, pinter, care, sopan, baik, jangan minder ya. Tata punya banyak kelebihan yang bisa dibanggain. Aku aja bangga jadi temennya Tata muehehe.
Ya pokoknya selamat jalan, hati hati. Sampai ketemu 3 tahun lagi. eh 2 deng kalo aku bisa nyusul.
Noted: sengaja kasih mv jkt so long biar gimana gitu.
Sunday, March 1, 2020
The Winter
Tak ada lagi yang rajin berteriak selamat ulang tahun saat tengah malam.
Saat tahun pertama, aku pikir suasana hatiku masih berduka.
Sehingga malam spesial itu berlalu begitu saja.
Tapi malam ini, rasanya sama saja.
Tidak ada yang berbeda, aku sendiri ditemani pikiranku.
Mengingatkan aku kembali pada rasa sepi saat akhirnya kau benar-benar pergi.
Hari dimana kamu akhirnya benar-benar menutup matamu untuk selamanya.
Hari pertama, suasana duka itu sudah melekat didalam darahku.
Dalam suasana duka itu, pikiranku rancu tidak tahu apakah ini nyata atau hanya mimpi.
Saudara, kerabat, dan teman datang mengunjungi.
Mengulurkan tangannya, mengucapkan bela sungkawa dan terkesan berusaha menguatkan.
Beberapa dari mereka menangis, entah merasa kehilangan atau kasian pada kami yang sedang kehilangan.
Suasana rumah ramai, terdengar lantunan ayat suci dari berbagai arah.
Tapi aku tetap merasa sepi.
Kamu masih disini, terbaring diatas kasur kayu berwarna coklat.
Rambut panjang ikalmu masih tergerai dengan indah.
Kamu tidak terlihat kaku, kamu hanya terlihat seperti tertidur sambil tersenyum.
Wajah cantikmu tidak ada yang berubah.
Kamu tetap adikku yang paling cantik.
Hari Kedua, suasana duka itu seperti mengawang dan semakin mengawang.
Aku terbangun dari tidur, dan mencari sosokmu yang selalu tidur disamping kiriku.
Untuk sesaat aku lupa, dan luka itu kembali memasuki rongga dadaku.
Rasanya menyakitkan, saat terbangun dan kamu tidak ada di sisi kiriku.
Aku berlari keluar, dan sosokmu kembali terlihat diatas kasur kayu coklat itu.
Kamu tetap terlihat seperti tertidur.
Aku menampar wajahku, berharap terbangun dari mimpi buruk ini.
Tapi sekeras apapun tamparanku, aku tidak pernah terbangun.
Sekali lagi aku sadar ini bukan mimpi.
Dan semakin terasa bukan mimpi, saat orang orang itu membalutmu dengan kain putih.
Mendandani wajahmu dengan "riasan" itu.
Hari terakhir aku memoleskan riasan di wajah cantikmu.
Lalu orang-orang itu mulai membawamu dengan keranda hijau.
Takbir bergema dari mulut mereka, mengiringi mereka yang membawamu ke tempat peristirahatan terakhir,
Azan dikumandangkan, orang-orang mengelilingi.
Nafasku hampir terhenti, saat mereka mulai menutupi badanmu dengan papan kayu.
Sampai akhirnya aku tidak bisa lagi melihatmu.
Dan hari itu, kita benar-benar dipisahkan.
Kami semua tahu, kamu sudah "pergi".
Dan kami berusaha bertahan dengan senyuman.
Lalu keramaian yang pertama dirasakan mulai menghilang.
Satu persatu saudara, kerabat, dan teman mulai kembali kerumahnya.
Menyisakan aku dan keluargaku dalam hening.
Didalam kehilangan dan duka itu, rasa sesak kembali berkuasa atas tubuhku.
Menyaksikan papa, mama, dan adikku menangis kehilanganmu membuatku semakin tidak bisa bernafas.
Hari ketiga, masih dalam suasana duka.
Aku diperintahkan untuk menyembunyikan semua fotomu dirumah.
Bukan karna kami tidak lagi mencintaimu atau ingin melupakanmu.
Kesehatan papa seperti memburuk saat kamu pergi.
Sehingga aku ditugaskan untuk menyembunyikan semua foto-fotomu.
Untuk pertama kalinya dalam hidup, aku merasa tidak bersyukur masih diberikan kesempatan untuk bernafas.
Mengapa Tuhan memberikan aku nafas, jika Tuhan mengambil sesuatu yang sangat berharga bagiku.
Yang kehadirannya sepenting oksigen bagiku.
Mengapa Tuhan mengambil sumber kekuatanku, kebahagiaanku, kehidupanku.
Rasanya seperti Tuhan mengambil sebagian dari tubuhku, dan menyuruhku untuk tetap hidup dengan sebagian tubuhku yang ia tinggalkan.
Aku berdoa, untuk bisa bertemu dengannya kembali.
Dan aku benar-benar kembali bertemu denganmu dalam mimpi.
Dalam mimpiku, kamu masih hidup, dan kamu baik baik saja.
Tuhan seperti mempermainkanku.
Mengambil ragamu dalam kenyataan, dan menghidupkanmu dalam mimpiku.
Tidurku mulai terganggu, aku mulai sering terbangun di pagi buta.
Tidak bisa makan, tidak bisa tidur, bahkan tidak jarang aku harus berjuang untuk bernafas.
Dokter menyaranku untuk pergi ke psikolog, dan psikolog menyaranku untuk pergi ke psikiater.
Tidak ada satupun dari mereka yang berhasil membuatku kembali.
Aku masih tidak ingin menerima kenyataan.
Hari keempat, suasana duka yang membuatku berulang kali ingin mati.
Untuk pertama kalinya dalam hidup, aku menyakiti tubuhku.
Dimulai dari meminum obat penahan rasa sakit.
Sampai berusaha untuk memukul, bahkan menyilet diriku.
Semua yang kulakukan, tidak ada yang berhasil membuatku merasakan sakit.
Aku ingin merasakan sakit yang lebih besar dari apa yang dirasakan oleh hatiku.
Setidaknya saat itu, aku berpikir cara itu berhasil.
Namun tidak ada satupun caraku yang berhasil membuatku merasakan sakit.
Aku sendirian.
Tidak ada tempat untuk mengadu.
Aku membenci tatapan kasian dari orang orang disekitarku.
Aku berusaha untuk kuat, walau rasanya ingin sekali untuk mati.
Tidak sedikit yang menertawakanku, atau justu mencelaku.
Dimulai dari kata lemah, sampai kafir ditunjukkan untukku.
Hanya karna aku merasa kesepian.
Hanya karna aku merasa belahan hatiku pergi.
Hanya karna aku merasa tidak lagi semangat untuk hidup.
Mereka tidak tahu, berapa banyak rencanaku yang terhenti saat kamu menghembuskan nafas terakhirmu.
Dunia seperti sepakat untuk menjatuhkanku.
Saat mereka mengambil bagian dalam diriku, aku masih berusaha tegar.
Karna aku tahu, ada kamu dirumah yang menungguku.
Lalu tiba-tiba semangatku, nafasku, direnggut.
Dan dunia tidak ingin memberikan kesempatan untukku berduka.
Tuhan terlihat samar bagiku.
Manusa terlihat menyeramkan untukku.
Rasanya aku ingin menyerah.
Aku tidak lagi berjuang untuk melawan dunia.
Aku berjuang untuk diriku setiap harinya agar bernafas.
Aku berjuang untuk diriku setiap harinya agar tidak melakukan hal-hal yang dapat menyakitiku.
Aku berjuang untuk diriku setiap harinya agar bisa bahagia.
Aku berjuang untuk diriku setiap harinya agar bisa menerima kenyataan.
Tanpa uluran tangan siapapun, tanpa genggaman tangan siapapun.
Dan karna aku pernah merasakannya.
Dan karna aku tahu bagaimana sulitnya.
Dan karna aku paham sesakit apa.
Aku berusaha untuk hadir disetiap luka sekitarku.
Berusaha menjadi penghibur, dan menutup lukanya.
Mengerti keadaan sekitarku, memaklumi keadaan sekitarku.
Walau kadang kadang rasanya sangat tidak menyenangkan untukku.
Walau kadang kadang rasanya menyakitkan
Dan entah sejak kapan, rasa sakit itu seperti sebuah candaan.
Tidak ada lagi hal didunia ini yang rasanya menandingi rasa sakitku saat kehilangamu.
Sehingga sesakit apapun aku saat ini.
Bahkan jika harus berbagi kebahagiaan dengan yang lain.
Asal mereka tidak merasakan rasa sakit yang dulu pernah aku rasakan saat kehilanganmu.
Aku bisa menahannya.
Aku pasti bisa menahannya.
Yang perlu aku lakukan hanya bersikap biasa.
Aku hanya perlu bernafas, meangkat daguku, menatap kedepan, dan berjalan.
Rasa sakit itu seperti salju bagiku.
Saat pertama datang, ia datang bertubi-tubi meninggalkan rasa dingin.
Hanya rasa dingin, dan beberapa butiran salju yang menempel pada hatiku.
Lalu, lama kelamaan ia bertumpuk.
Tidak hanya membekukan, tapi juga menutupi sebagian hatiku.
Dan karna aku sudah terbiasa dengan rasa dingin itu dihatiku.
Lama kelamaan aku seperti berteman baik, dan saat ia hadir aku tersenyum.
Walaupun aku tahu, ia akan meninggalkan banyak butiran salju pada hatiku.
Dan mungkin suatu saat akan membuat hatiku benar-benar berhenti karna dinginnya, saat aku sudah tidak bisa lagi mencari matahari.
Wednesday, January 29, 2020
06 Desember 2000
Thursday, November 21, 2019
The Sun
Bertemu denganmu selalu saja berdekatan dengan bulan November.
Tuhan seperti punya cara untuk mengajak kita bercanda.
Kemarin Tuhan buat aku menangis di tanggal yang sama.
Sekarang Tuhan buat aku tertawa bahagia di tanggal yang sama.
Apa memang dari dulu hidup sudah selucu itu?.
Atau aku yang dari dulu hidup tidak pernah melucu?.
Aku tidak lagi menggebu untuk untuk mendapatkanmu.
Bahkan kutanamkan pada diri ini untuk tidak lagi berangan bersamamu.
Bukan karna dirimu yang ku pandang rendah.
Justru karna pandanganku padamu tidak pernah berubah.
Dan aku cukup tahu diri siapa aku.
Sehingga impianku bukan lagi mendapatkanmu.
Melainkan menjadi seseorang yang sangat dan selalu berarti untukmu.
Selamanya.
Sampai di kehidupan berikutnya.
Saat itu sekitar jam 4 pagi.
Semoga disetiap detikmu kedepannya, terselipkan tawa dariku.
Selalu.
Saturday, March 9, 2019
Grendy & Lily
Dear Grendy
Denting piano itu masih terdengar, di susul suara lembutmu dari sebrang sana. Aku tersenyum, hanya dengan mengingat suaramu. Kamu adalah cinta yang jatuh hanya dengan suara. Cinta tersuci yang pernah aku rasakan untuk orang asing yang baru aku temukan. Cinta yang hadir bukan dengan tampilamu, tapi justru apa yang ada didalam hatimu. Waktu 4 jam berbicara denganmu, sudah mampu membuatku mengerti betapa aku akan merindukanmu dimasa depan nanti. Meski tahu, perbedaan itu begitu jauh dan sangat terasa. Cinta itu tetap bejalan. Dan aku tetap diam. Aku tidak mau salah langkah. Aku tidak mau menyakitimu, dan aku berniat menjadikan ini sebagai cinta diam-diam. Menjadi salah satu penggemar rahasiamu. Entah aku yang terlalu bodoh, atau kamu yang terlalu peka. Tetap saja kamu memahami, perasaan yang aku tutup rapat ini. Sampai tiba waktunya, kamu berkata "bagaimana jika aku jatuh cinta padamu?". Demi Tuhan aku bahagia, perasaanku tidak pupus. Perasaanku, ia terbalas. Aku sangat bahagia. Jadi aku lupakan sejenak perbedaan kita. Aku genggam tanganmu, dan berusaha menguatkanmu. Mengatakan semuanya baik-baik saja, Tuhan pasti berikan jalan. Aku tamak Gren, aku sombong. Aku lupa, kamu juga punya Tuhan. Dan kamu adalah hamba Tuhan yang setia. Berbeda dengan aku. Lalu, akupun belajar darimu cara mencintai Tuhan. Aku mendekat padanya, membaca kitabnya, mendengar khotbah tentangnya, mendengarkan lantunan pujian hambanya untuknya. Aku merasa aku pulang, aku bertemu dengan Tuhan. Tuhan yang selama ini aku cari, bersamamu aku menemukannya. Ada banyak tumpukan rindu yang datang ketika aku merasakan kehadirannya. Aku menikmati itu, hingga tiba satu ketakutan. Gren, jika aku tidak bersamamu bagaimana aku menemukan Tuhan?. Sedangkan aku merasa kamu adalah uluran tangan Tuhan untukku?. Bagaimana jika kamu pergi, aku harus kemana mencari Tuhan?. Aku tidak mau kehilangan Tuhanku lagi. Kamu tahu Gren, ada berapa banyak syair yang kutlis tentang Tuhan semenjak bertemu kamu?. Gren, bagaimana aku bisa membenci seseorang yang membawaku pada Tuhan?. Bagaimana bisa aku melupakan kebaikan seseorang yang mengenalkanku pada Tuhan?. Dan bagaimana bisa aku menyakiti seseorang yang mengajarkan aku ajaran Tuhan?. Gren, rasa cintaku padamu sebagian besar didominasi dari bentuk terima kasihku. Dimana rasa terima kasih itu berubah jadi bencana. Aku mulai egois, ingin memilikimu. Dimulai dari mimpi-mimpi indah yang sering terjadi. Izinkan aku cerita sedikit. Aku bermimpi, berjalan di altar dengan gaun putih panjang. Tudung putih menghiasi kepalaku, aku tersenyum bahagia sambil berjalan kearah laki-laki didepanku. Kamu. Yang beberapa hari lalu menungguku didepan pintu, mengulurkan tangan dan mengajakku masuk. Dengan jas putih, kamu berbalik kearahku. Tersenyum, yang disusul dengan memuji betapa cantiknya aku hari itu. Dan pernyataan bahwa kamu menerimaku dalam senang maupun susah, sakit maupun sehat. Gren, mungkin buatmu itu sekedar mimpi. Namun untukku, itu adalah harapan untuk mimpiku yang pernah hilang. Dalam hati, aku mendoakan agar mimpi itu bisa terjadi. Lalu disusul dengan mimpi aku berdiri disebrangmu, memangku anak kecil sambil mendengarkan khotbahmu. Aku berjalan keluar, kearah taman yang disusul olehmu. Kamu mengambil anak itu dari pangkuanku, kamu gendong dia tinggi dan kamu kecup jidatnya. Di saat itulah aku merasa, Tuhan sangat baik padaku. Benar benar baik. Bagaimana Tuhan bisa, pertemukan wanita sekotor aku dengan kamu. Dan menjadikan kamu ksatria untuk menuntun ku kembali padanya. Aku semakin tamak, sampai tiba rasa ingin memilikimu yang tidak sehat. Sering curiga dan takut kamu akan pergi. Karna dalam fikiranku. jika kamu pergi maka Tuhan juga akan pergi. Dan aku tidak mau itu terjadi. Aku juga tidak mau mimpiku menjadi kenyataan bagimu, tapi bukan dengan aku. Aku semakin banyak mau, aku rusak, aku lupa diri. Sampai aku merasa ini tidak benar, aku harus pergi darimu. Demi kebaikanmu, meskipun itu rasanya seperti menusukan seribu pisau kedadaku. Meninggalkanmu, adalah kesulitan yang tidak pernah aku duga. Berusaha meninggalkanmu, justru membuatku semakin mencintaimu. Membuatku semakin kacau, lupa diri. Gren, aku tidak bisa menjamin masa depanmu bersamaku. Tapi aku bisa menjamin bahwa perasaan cintaku adalah sesuatu yang nantinya akan kamu syukuri. Dan kelak, saat kamu sudah berumah tangga. Aku akan menjadi bagian dari cerita yang nantinya akan kamu dongengkan pada anak dan cucumu. Gren, bertemu denganmu adalah suatu anugrah Tuhan yang tidak akan pernah aku dustakan. Melepaskanmu dari perasaan ingin memiliki adalah bentuk pengorbanan cintaku untuk melihatmu bahagia dan berkembang sebagai manusia. Tertawa bersamamu adalah kebahagiaan untukku. Masa lalumu, adalah duka yang ingin aku pulihkan agar kamu melihatnya sebagai pelajaran. Dan mendoakanmu di setiap waktu, adalah satu satunya cara untuk mencintaimu tanpa menyakitimu lagi. Grendy, lewat tulisan ini aku ingin kamu tahu. Ada banyak terima kasih yang tidak bisa aku sampaikan secara langsung. Ada rasa takut yang mungkin kamu tidak paham. Suatu hari nanti, mungkin disaat Tuhan berkehendak. Kita bisa disatukan didalam ikatannya. Sampai saat itu tiba, izikan aku berada disampingmu sebagai sahabat. Atau entah sebagai apa, asal bisa melihatmu tertawa. Itu jauh dari cukup.....
Xoxo
T. Lily
Thursday, January 17, 2019
Prodak - Prodak Animal Free, Cruelty Free, & Halal Yang Rutin Dipakai.
Setelah ngebuang-buangin make up animal testing, gue mulai cari cari refrensi prodak pengganti mereka. Dan prodak prodak ini udah gue pake di botol ke 3 atau lebih. Semoga refrensinya membantu ya!!
- Rambut :
Shampoo Sari ayu hijab / Natur/Natur Azalea, Conditioner Sari Ayu hijab, Hair Mist Sari Ayu Hijab, Hair Tonic Sari ayu Hijab.
Untuk shampoonya, sebenernya gue sempet ga terlalu berharap sih. Cuma, pas pertama kali pake dikepala itu ada sensai mintnya gitu. Dan itu bener bener bantu supaya rambutnya ga rontok atau berketombe. Kekurangannya, kalo kita cuma pake shampoo ini gapake conditionernya berasa banget kaku dan kasarnya rambut kita. Untuk hair mistnya, wanginya enak banget. Berasa fresh gitu lah pokoknya abis pake. Sedangkan untuk hair tonic gue ga begitu berasa banyak efeknya sih, selain bikin lebih lembut dan ga ngembang aja.
- Alis :
Silky girl. Untuk alis, gue cobain Silky Girl yang di puter gitu. Untuk warna hitamnya, pakenya hati hati ya. Soalnya warnanya pekat, untuk yang ga suka alis bold pakenya pelan pelan aja. Jangan diteken, dan cukup bikin frame alisnya aja. Untuk isi warnanya, tinggal kalian sisir pelan pelan pake spoolie yang ada dibelakangnya. Nah untuk yang gamau terlalu bold, bisa coba pinsil alisnya Purbasari. Warna hitamnya ga terlalu pekat, tapi masih bisa di build up pelan pelan kalo kalian mau bikin alisnya bold. Tapi gue pribadi lebih suka Purbasari, karna warnanya yang menurut gue sangat aman. Jadi pakenya ga perlu sehati-hati saat pake Silkygirl.
- Eyeshadow :
Untuk eyeshadow, ada banyak banget pilihan eyeshadow yang bagus. Mulai dari Inez, La tulip, Make Over, dsb. Tergantung kebutuhan kalian aja. Gue pribadi ga terlalu suka pake eyeshadow. Sejauh ini eyshadow yang gue pake masih seputar make over sama emina karna warnanya cocok sama kulit gue.
- Maskara :
Ada 2 maskara yang selalu gue pake, Absolute New York Lash Pop sama Wardah EyeXpert. Kedua duanya punya kelebihan sama kekurangan masing-masing. ANY lebih membuat bulu mata gue panjang dan lentik. Tapi sayangnya dia ga waterproof, jadi kalo kalian wudhu atau nangis pasti auto jadi kuntilanak. Untuk Wardah, dia cukup melentikan tapi ga terlalu memanjangan bulu mata gue yang emang memprihatinkan ini. Tapi dia waterproof, dan enak banget gusti dipakenya. Untuk sehari hari gue lebih suka pake ANY sih karna bersihinnya gampang, walau resiko bikin gue jadi kuntilanaknya gede. Untuk acara penting, biasanya gue pake double. ANY dulu terus campur Wardah, alhasil bulu mata gue tidak lagi mengenaskan. Cukup cetar membahana dengan maskara seadanya.
Blush on :
Buat blush on, yang saat ini gue punya cuma Emina Cheeklit yang bitter sweet. Untuk tekstur dan warna menurut gue cukup oke. Gue rasa, tanpa gue jelasin secara detail kalian juga pasti udah sering baca reviewnya. Menurut gue blush on ini termasuk bagus banget mengingat harganya yang ga nyampe 50 ribu. Gue suka warnanya yang lebih kearah peach dari pada merah atau pink. Karna pipi gue sebenernya udah cukup merah tanpa blush on. Dan pake blush on warna pink atau merah malah akan bikin efek pipi gue digampar. Untungnya, setiap gue pake blush on ini. Gue ngerasa warna pipi gue lebih sedikit manusiawi.
Alas Bedak :
Untuk alas bedak, gue yakin kalian juga punya item favorite sendiri. Sejauh ini alas bedak yang gue pake cuma Purbasari Foundation sama Cushion Mizzu yang Glam Rock. Kedua duanya ga ada masalah, sangat oke. Cuma kalo kalian anak coverage banget, mungkin bisa pake Make Over ya. Karna Make Over coveragenya lebih bagus. Purbasari sama Mizzu ini hasilnya sama sama dewy, dan gue suka banget sama finishnya. Meskipun coverage mereka medium, tapi oke lah. Karna kebetulan gue ga terlalu suka yang dempul gitu.
Countur :
Gue pake Beauty Treats yang trio itu loh. Ada countur, highlight, sama bronzer di satu palletenya. Cucok meong sis, harganya juga murah loh. Tapi emang untuk kualitas belum yang waw banget, tapi buat sehari hari masih oke ko.
Lipstick :
Nah untuk lipstick pasti kalian punya banyak banget rekomendasi, gue sendiri ga bisa sebutin saking banyaknya hahaha.
Lipbalm :
Tender carenya Oriflame masih jadi kecintaan gue untuk gantiin Vaseline. Fungsi dan teksturnya bener bener mirip loh. Silahkan di coba ya.
Sunday, July 16, 2017
Animal Free, Animal Cruelty Free, Vegan, Halal in Make Up
Seriusan putus sama make up? hahaha engga lah. Make up is part of me, meskipun sempet di anggurin selama beberapa bulan wks. So banget ya gue, kaya ada yang baca blog gue aja wkwk. Okay, jadi beberapa hari yang lalu gue sempet asik beryoutubean ria. Buka ini itu, saking gabutnya. Nah, disaat lagi seru serunya ngeyoutube. Gue nemu salah satu Beauty Vlogger asal indonesia yang mengkampanyekan animal free. Disitu, dia ngomong panjang lebar mengenai apa sih animal free itu?. Dan produk apa aja yang testing on animals, dan yang not tested on animals.
Perhatikan logo ini ketika kalian membeli sebuah produk, produk dengan label dibawah ini merupakan Animal /Curelty Free, Vegan, atau Halal.








See? its not worth it, hanya untuk bulu mata kalian terlihat lentik mereka harus ngerasain buta, hanya untuk rambut kalian terlihat lebih mudah diatur mereka harus ngerasain luka di badan mereka, hanya untuk kulit kalian ga kering mereka harus ngerasain kulit mereka terkelupas dan ga jarang sampe memperlihatan daging terdalam mereka. Yang sebenernya, kalian gapake pun ga apa apa. Ga akan bikin kalian kehilangan nyawa juga. Definisi cantik itu, bukan dari make up apa yang kita pakai. Percuma pakai make up tebel, make up mahal, terlihat cantik, kalo kalian ga bisa perduli sama lingkungan sekitar kalian. Just because you dont feel it, doesnt mean you denied it. Kalian tahu, yang dialamin hewan-hewan itu sakit, itu ga manusiawi. So stop it. Caranya gampang ko, tinggal gausah beli apalagi pake make up yang animal testing. Dan pindah ke make up yang Cruelty Free, trust me itu ngebantu hewan hewan diluar sana. You save a million animals, when you stop using their product. Apa kalian ga takut hewan-hewan itu punah?. Anggap untuk 1 produk dalam satu perusahan dibutuhkan 10 kali percobaan. Kalo ada 10 perusahaan yang meluncurkan satu prodak baru, itu berarti ada 100 hewan yang mati. Kalo dalam setahun perusahaan itu memiliki 5 produk baru, berarti dalam setahun ada 500 hewan yang mati. Dan itu baru 10 perusahaan, sedangkan diluar sana ada banyak banget perusahaan yang melakukan animal testing. Dan ga jarang mereka ngeluarin produk baru yang ga cuma satu. Contoh, meibelin (iya yang sponsor acara model model itu) dalam setahun mereka launching lipstick, bedak, foundation, mascara, eyeshadow, pinsil alis, dan entah apa lagi itu. Satu perusahaan itu aja bisa meembunuh 60 hewan. Dengan angka yang segitu besar, ga menutup kemungkinan kalo nantinya hewan hewan tersebut akan punah loh. Kalo hewan-hewan itu punah, ekosistem kita sedikit banyak akan terganggu. Ujung-ujungnya kita juga yang rugi.
Belajarlah untuk jadi manusia yang lebih bijaksana, dan mau menerima dan memikirkan keadaan sekitar. Jangan jadikan alasan "Ini bagus buat kulit gue, ini bagus buat muka gue" untuk kalian menggunakan produk produk animal testing. I know, selain make up ada banyak ko animal testing lainnya. Kenapa cuma fokus ke make up?. Nah, justru karna banyak setidaknya kita coba kurangin lah. Dimulai dari yang paling gampang, dan ga akan ngebuat kalian sekarat juga yaitu make up. Banyak ko brand bagus yang ga melakukan animal testing dan aman aman aja ketika dipakai. Banyak metode lain untuk menguji coba sebuah produk, but animals its not a options. Have a great life!.










