Lewat kaca mata aku melihat
Seuntai rambut panjang tergerai angin
Senyum manis terlihat dari segaris pipi putih berseri
Kaos oblomg polos menyelimuti lekuk mu
Seperti bidadari dari surga, kau datang dengan selendang
Menempatkan ruang di hati dengan sendirinya
Wajah penuh senyum itu menyinari ruangan ini
Namun sayang hatiku tak kunjung sabar
Maka aku pergi meninggalkan ruang di hatimu
Seperti dulu kamu menempatkan ruang dengan sengaja, aku pun meninggalkanmu dengan sengaja
maafkan aku yang terlalu lemah untuk berkata selamat tinggal
Hanya lewat tulisan ini dapat ku tulis maaf
Semoga kau memafaakannya
Dari pemujamu.....
0 comments:
Post a Comment