Thursday, November 28, 2013

Untuk Galuh

Lewat kaca mata aku melihat

Seuntai rambut panjang tergerai angin

Senyum manis terlihat dari segaris pipi putih berseri

Kaos oblomg polos menyelimuti lekuk mu

Seperti bidadari dari surga, kau datang dengan selendang

Menempatkan ruang di hati dengan sendirinya

Wajah penuh senyum itu menyinari ruangan ini

Namun sayang hatiku tak kunjung sabar

Maka aku pergi meninggalkan ruang di hatimu

Seperti dulu kamu menempatkan ruang dengan sengaja, aku pun meninggalkanmu dengan sengaja

maafkan aku yang terlalu lemah untuk berkata selamat tinggal

Hanya lewat tulisan ini dapat ku tulis maaf

Semoga kau memafaakannya

 

Dari pemujamu.....